Laman


Click here for Myspace Layouts

Laman

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

Generasi dalam Cengkeraman Pendidikan Liberal

Masa remaja adalah masa yang paling rentan dalam fase pencarian jati diri. Emosi yang labil, menjadikan remaja sulit untuk menangkal pengaruh-pengaruh yang ada di sekitarnya. Meskipun pengaruh tersebut bernilai negatif. 

Berbagai fakta telah menunjukkan pada kita aktifitas-aktifitas remaja yang menyimpang norma. Problematika dan permasalahan kekinian mendera kalangan remaja, seperti tawuran dan kriminalitas, seks bebas, penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza), minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular, dll. Pada tahun 2008 berdasarkan laporan Polri secara keseluruhan, jumlah anak-anak dan remaja pelaku tindak kriminalitas sebanyak 3.280 orang, meningkat sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun 2007 yang sebesar 3.145 orang. (http://www.kemenpora.go.id). Di Amerika, negara budaya bebas terdapat 3,2 juta remaja Amerika yang berumur 14-19 tahun, terjangkit penyakit menular seksual, dan angka tersebut secara prosentase telah mencakup 26% dari jumlah total remaja perempuan di usia tersebut (Penanggulangan Penyakit dan Pencegahannya (CDC)). Sementara di dalam negeri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2010 menyebutkan, sebanyak 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya pernah berhubungan seks (www.beritajakarta.com). Dan sebanyak 3,2 juta remaja lagi menjalani aborsi yang tidak aman (Berita online Gereja Katolik Indonesia). Penyalahgunaan narkoba juga marak. Prevalensi penyalahgunaan narkoba dalam penelitian BNN dan Puslitkes UI, pada 2005 terdapat 1,75 persen pengguna narkoba dari jumlah penduduk di Indonesia. Prevalensi itu naik menjadi 1,99 persen dari jumlah penduduk pada 2008. Tiga tahun kemudian, angka sudah mencapai 2,2 persen. Pada 2012, diproyeksikan angka sudah mencapai 2,8 persen atau setara dengan 5,8 juta penduduk (Kompas.com, 31/10/2012). Sebanyak 50 – 60 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. 

 Buah Pendidikan Sekular 

Kondisi tersebut merupakan buah yang harus dipetik dari penerapan sistem pendidikan di negeri ini. Sistem pendidikan sekular kapitalis telah mengabaikan aspek pembentukan kepribadian dan karakter siswa. Sekolah sebagai institusi pendidikan alih-alih mencetak remaja yang berkualitas yang memiliki kepribadian yang kuat, namun justru menghasilkan remaja yang menciptakan banyak masalah. 

Kondisi ini dapat tergambar dari kasus dari laporan kecurangan UN 2012 yang diterima oleh Posko Pengaduan UN. Dari 1.500 laporan, 775 merupakan laporan kebocoran ataupun kecurangan saat ujian. Pada tataran praktis pun, pendidikan nasional dihadapkan pada persoalan yang bersumber dari lemahnya peran pengawasan Pemerintah. Hal itu tampak jelas dari munculnya sejumlah buku (LKS) Lembar Kerja Siswa untuk SD di beberapa sekolah yang memuat teks atau ilustrasi yang tidak pantas untuk murid-murid SD; keterlibatan sejumlah murid dalam perbuatan asusila di lingkungan sekolah dan tindak kekerasan; serta berbagai kejadian yang sangat menyesakkan dada seperti kasus pelecehan seksual di sekolah internasional JIS, terpaparnya sepuluh murid SD di Situbondo dengan HIV/AIDS, dan sebagainya. Berkali-kali berganti kurikulum, berkali-kali pula kualitas pendidikan tak semakin membaik bahkan justru membingungkan subjek dan objek yang terlibat dalam dunia pendidikan itu sendiri. Terakhir adalah adanya penerapan kurikulum 2013 (K13) yang tampaknya belum siap diterapkan, hingga di kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini, Indonesia harus menggunakan dua kurikulum sekaligus yang diterapkan pada pendidikan dasar hingga menengah, yakni K13 dan kurikulum 2006 (KTSP). 

Selain itu, semakin dekatnya MEA semakin memperlihatkan bahwa pemerintah menjadikan remaja atau pelajar sebagai komoditi ekonomi. Focus pemerintah kini berada pada itung-itungan berapa besar untung dan rugi. Sehingga wajar jika pelatihan skill lebih diutamakan dalam pendidikan dasar hingga menengah dari pada pemahaman keilmuan secara akademik. Hal inilah yang akan menjadikan sebagian besar lulusan masyarakat Indonesia cukup puas sebagai pekerja sebagaimana skill yang dimiliki bukan sebagai pencipta peluang kerja. 

Faktor lainnya yang turut menghancurkan dunia pendidikan di Indonesia adalah maraknya korupsi di dunia pendidikan mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, termasuk yang terjadi di sekolah-sekolah. Secara nominal pada tahun 2012 ini anggaran pendidikan meningkat menjadi Rp 286,56 triliun atau sekitar 20,20 persen dari total APBN Rp 1.418,49 triliun (tahun 2011 anggaran pendidikan Rp 248,98 triliun atau 20,25 persen dari total APBN Rp 1.229,56 triliun). Lalu berapa persen anggaran yang betul-betul termanfaatkan untuk meningkatkan pendidikan? Lihatlah, masih banyak gedung-gedung sekolah yang sudah tidak layak dipergunakan sebagai tempat belajar karena tinggal menunggu roboh. Tentu selain tidak nyaman untuk belajar, juga dikhawatirkan bakal roboh. Padahal untuk menciptakan generasi yang cerdas dan berkepribadian Islam, selain kurikulum yang diajarkan juga fasilitas sekolah yang harus memadai. 

 Islam; Konsep Sistem Pendidikan Sempurna 

Sebenarnya potret pendidikan remaja Indonesia tidaklah semuanya hitam, tidak sedikit prestasi yang dipersembahkan oleh generasi muda tersebut. Mereka sukses di berbagai perlombaan internasional. Potensi itu akan semakin berkembang jika perhatian Pemerintah terhadap dunia pendidikan itu lebih baik lagi, sementara sistem pendidikan yang ada sejatinya tidak lagi dilandasi prinsip kapitalisme sekular, tetapi didasarkan pada sistem pendidikan Islam. 

 Dr. Arim Nasim, dosen UPI menyatakan bahwa kegagalan sistem pendidikan nasional tampak dari input, proses, dan output-nya. Islam dapat memecahkan segalah masalah akibat system pendidikan yang karut-marut di Indonsia. sistem pendidikan Islam ini bukan berarti hanya diperuntukkan umat Islam atau berorientasi akhirat semata. Non-muslim sebagai warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Manusia, khususnya umat Islam, sangat dianjurkan menguasai ilmu dan teknologi dalam mempermudah setiap urusan keduniawian. Ini juga telah dibuktikan pada era keemasan Kekhilafahan Umayyah, Abbasiyah, dan Ustmaniyah. Pada masa itu ilmu dan teknologi di dunia Islam sangat maju, sedangkan Eropa dalam masa kegelapan. Dalam Islam, suksesnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara individu, masyarakat dan negara, tapi pembiayaan pendidikan sepenuhnya tanggung jawab negara. Terjadi sinergis yang kuat antara individu, masyarakat dan negara. 

Berbeda dengan sistem pendidikan nasional saat ini yang berasaskan sekulerisme dan liberalisme. Sistem pendidikan sekarang tidak terjadi sinergis antara tiga peran fungsional pendidikan tersebut. Pembiayaan pendidikan nasional pada saat ini dibebankan pada tiga pihak, yakni individu (peserta didik), masyarakat dan Negara, dengan beban terbesar ditanggungkan pada peserta didik sebagai ‘penikmat’ fasilitas dalam pendidikan yang diperolehnya. Hal yang berbeda pada system pendidikan Isam, dimana pembiayaan pendidikan dalam Islam terkait dengan politik ekonomi. Politik ekonomi Islam mewajibkan negara untuk memenuhi kebutuhan pokok individu (sandang, pangan dan papan ) dan kebutuhan pokok masyarakat (kesehatan, keamanan dan pendidikan ) secara menyeluruh. 

Pendidikan dalam sistem Islam wajib diselenggarakan oleh negara dengan biaya semurah-murahnya, bahkan gratis. Sumber-sumber pembiayaan pendidikan dalam Islam diambil dari pengelolaan negara atas kepemilikan umum berupa sumberdaya alam tambang, minyak, gas, kelautan, kehutanan, dan sebagainya. Islam melarang pengelolaan sumberdaya alam pada asing. Sumber-sumber pembiayaan pendidikan lain dapat diambil dari harta milik negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ghanîmah, kharaj, fai, jizyah, dan tebusan tawanan perang, zakat, infak, wakaf, sedekah, dan hadiah. Pajak merupakan pendapatan alternatif terakhir atau bersifat insidentil (temporal) dan hanya dipungut pada orang kaya. 

Maka untuk menghasilkan generasi yang cerdas dan cemerlang perlu adanya penerapan system yang sempurna dalam suatu institusi. Tidak hanya pada bidang pendidikan, tapi juga di bidang kesehatan, keamanan, hukum, ekonomi, politik dan di seluruh aspek kehidupan. Dan system sempurna tersebut adalah syariat Islam yang hanya terdapat dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah, satu-satunya system dari Allah Al Kholiq Al Mudabbir yang akan mampu mencetak generasi Al Fatih berikutnya. Wallahu a’lam. [me]

Senin, 02 Juli 2012

Sepak Bola, Ajang Pemersatu Umat?



            Kemarin, tepatnya tanggal 28 Juni 2012 dini hari waktu Indonesia, di Donetsk, Ukraina, tim matador Spanyol berhasil melenggang ke babak puncak euro cup 2012. Dalam pertandingan melawan Portugal tersbut, Spanyol cukup kewalahan meladeni permainan dari Portugal. Hingga pada menit ke-90 plus dua kali tambahan waktu 15 menit, usaha kedua tim tak membuahkan hasil. Skor imbang kacamata alias 0-0 bertahan. Dan puncaknya kemenangan Spanyol diperoleh melalui tendangan pinalti dengan skor akhir 4-2. Sontak euforia tim matador beserta suporternya membahana di stadion Donbass Arena, Donetsk, Ukraina.
            Tapi bukan itu yang akan saya bahas di sini. Yang akan saya bahas dalam tulisan saya kali ini mengenai pernyataan dari salah satu wartawan stasiun televisi nasional yang menyatakan bahwa “Pala Eropa (Sepak Bola) telah menyatukan setiap ummat di dunia” dan “Piala Eropa bukan lagi milik masyarakat benua Biru –julukan Benua Eropa- melainkan juga untuk seluruh penduduk dunia, termasuk Asia”. Sedikit penggalan pernyataan tersebut membuat saya sangsi. Benarkah hal itu?
            Pernyataan tersebut muncul ketika wartawan tersebut menjumpai dan mewawancarai beberapa penonton pertandingan semi final tersebut yang berasal dari Asia (Jepang, China, dan sekitarnya). Antusiasme dari pendukung kedua kesebelasan (Spanyol dan Portugal) sangat terlihat dari atribut yang mereka kenakan untuk mendukung tim favoritnya, mulai dari jersey tim hingga coretan bergambar bendera tim favorit di wajahnya. Sehingga wartawan tersebut menyimpulkan bahwa gelaran akbar nomor wahid ini mampu menyatukan umat dari belahan dunia manapun, tak hanya benua biru saja. Sehingga isu rasisme yang pernah muncul di awal turnamen ini dapat dipatahkan.
            Kembali pada pertanyaan saya, “Benarkah Euro Cup (atau pagelaran sepak bola yang lainnya) dapat menyatukan ummat sedunia?” Mungkin dalam satu sisi iya. Karena di dalam stadion sepak bola pasti terdapat banyak orang mulai dari pemain sepak bola maupun penontonnya yang mana kadang mereka berasal tidak dari satu wilayah yang sama. Jika itu jawabannya, mungkin benar.
Tapi faktanya, pagelaran2 sepak bola justru memunculkan sekat-sekat antar ummat. Lihat saja pertandingan antara Indonesia vs Malaysia di seagames 2011 lalu. Pendukung tim Indonesia dan Malaysia saling beradu mulut hingga menimbulkan perpecahan karena pada saat itu, diduga kemenangan tim Malaysia atas Indonesia dikarenakan pendukung Malaysia menyemprotkan gas air mata kepada pemain timnas Indonesia, sehingga penglihatan mereka terganggu.
Hal tersebut justru menjadikan negeri2 muslim terpecah belah. Coba kita perhatikan. Ketika ada momen sepak bola apa lagi antar negara, pasti satu negara dengan negara yang lainnya akan saling memuja tim favorit masing-masing. Hal tersebut membuat para pendukung amsing-masing tim melakukan pembelaan bagi tim favorit mereka. Muali dari menyanyikan yel-yel penyemangat hingga saling cela antara para pendukung. Padahal tak sedikit dari mereka akidah yang sama (seharusnya) jika dilihat dari agamanya (Islam).
Itu semua karena efek nasionalisme (ikatan kebangsaan). Ikatan inilah yang secara sengaja atau pun tidak memaksa manusia untuk berkorban hingga hidup dan mati pun demi mempertahankan negerinya. Padahal ikatan ini malah menimbulkan banyak hal negatif bagi orang-orang yang “mengidolakannya”. Loyalitas tanpa batas katanya. Hhmm masak sih? Apakah mati sia-sia dikeroyok sesama pendukung sepak bola dapat dikatakan sebagai bukti loyalitas tanpa batas? Oh no! Jangan gila deh!
Ikatan nasionalisme seharusnya tidak layak dijadikan sebagai pemersatu di tengah-tengah umat. Hal tersebut dikarenakan ikatan ini memiliki banyak kelemahan. Diantaranya, syaikh Taqiyudin An-Nabhani dalam kitabnya Nidzamul Islam (Peraturan Hidup Dalam Islam) menuliskan bahwa ikatan nasionalisme merupakan ikatan yang rusak karena tiga hal:
1)      karena mutu ikatannya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu dengan yang lainnya untuk menuju kebangkitan dan kemajuan.
2)      Karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yaitu untuk membela diri. Di samping itu ikatan yang bersifat emosional sangat tidak bisa dijadikan ikatan yang langgeng antara manusia satu dengan yang lain.
3)      Karena ikatannya bersifat temporal, yaitu muncul saat membela diri karena datangnya ancaman. Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, iaktan ini tidak muncul. Dengan demikian, tidak bisa dijadikan pengikat antara sesama manusia.
Mari sama-sama kita renungkan 3 hal di atas. Betul apa benar?? Nasionalisme akan memuncak ketika ada even tertentu. Sepakbola, sea games, dan semuanya yang berbau kompetisi. Tapi ketika semua even tersebut usai, masi adakah rasa nasionalisme? Masih adakah pembelaan menggebuh-gebuh atas negara??



Kamis, 02 Februari 2012

Valentine's Day, No Way!!!!

Valentine’s Day, No Way!!


            Memasuki bulan kedua dalam kalender masehi. Februari. Apa yang spesial dengan Februari? (apa hayo?). Mengapa Februari menjadi bulan yang spesial dari pada sebelas bulan yang lainnya? Yup betul sekali. Di bulan ini ada satu hari yang memiliki tanda pink (bukan warna tanggalnya tapi maknanya).
Tanggal 14 Februari adalah hari yang dimaksud. Hari valentine (Bahasa Inggris: Valentine’s Day) atau hari kasih sayang. Dimana pada hari itu terdapat satu ritual rutin bagi muda mudi yang lagi pacaran. Rasanya gak afdol melewati bulan Februari tanpa merayakan ViDi (Valentine’s Day). Ndeso banget!

Valentine’s Day adalah Budaya Barat

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan valentine’s day. Salah satu yang popular adalah kisah Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II. Ketika itu Kaisar Claudius II mengadakan banyak sekali perang yang membutuhkan banyak tentara. Karena itu Kaisar Claudius II mengeluarkan aturan untuk melarang pertunangan dan perkawinan. Para pemuda diharuskan ikut wajib militer dan maju ke medan perang. Claudius II berpikir kalau anak-anak muda banyak yang menikah, semangat mereka jadi turun karena berat meninggalkan istri dan anak-anaknya. Yang lebih ekstrim lagi, pendeta yang berani menikahkan orang yang saling jatuh cinta akan dihukum mati. Pendeta Valentine secara diam-diam menentang aturan itu dan tetap menikahkan pasangan muda. Tetapi akhirnya ketahuan apa yang dilakukan Valentine. Dia ditangkap, dipukuli dan dijebloskan ke penjara. Tanggal 14 Februari sekitar tahun 270 M Valentine dihukum mati
Untuk mengagungkan dia (St Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, para pengikutnya memperingati kematian St Valentine sebagai “upacara keagamaan”.
Pada hari itu, terutama para remaja Eropa dan Amerika merayakannya dengan hura-hura. Yang mana dekat sekali dengan kegiatan berpesta; berdansa semalam suntuk; saling memberi bunga; kartu ucapan sayang, dan bunga; serta kegiatan-kegiatan yang terkategori maksiat. Bahkan sampai ada yang melakukan hubungan suami istri.
Bagaimana di Indonesia? Remaja Indonesia pun tak jauh berbeda menyambut hari valentine. Mereka berebut untuk merencanakan bagaimana harus merayakan valentine semeriah mungkin dengan pasangan-pasangannya yang tentunya belum sah untuk mereka.
Budaya yang permisif abis di negri ini mendorong para remaja mengekor budaya perayaan valentine oleh barat. Mulai dari bertukar surat ucapan antar kekasih, saling bertukar kado, memberi coklat dan bunga mawar hingga melakukan melakukan hubungan seami istri. Media Indonesia pun tak kalah heboh. Mereka bersaing menampilkan tontonan yang berhubungan dengan remaja dan valentine. Lengkaplah sudah ritual para remaja Indonesia dalam menuangkan kreativitasnya memperingati hari valentine.
Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Padahal kalau dilihat dari sejarahnya, perayaan Valentine bukan berasal dari ajaran Islam. Masalahnya bukan hanya itu. Perayaan Valentine selalu dibarengi dengan kegiatan mubazir, berbau jahiliah dan cenderung pada kemaksiatan. Dan ini jelas merusak aqidah para generasi muslim. Astaghfirullah.

Valentine=Syirik

Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It ?” mengatakan, “valentine” berasal dari bahasa Latin, berarti Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa. Kata ini ditujukan pada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Berarti sadar ataupun tidak, jika ada seseorang yang mengatakan “to be my valentine”. Berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Icon Valentine’s Day (Benda-benda yang diharuskan ada ketika ValDay)


Cupid (bayi bersayap dengan panah) adalah putra Nimrod “The Hunter” dewa matahari. Disebut tuhan cinta, karena setiap orang yang terkena anak panahnya akan merasakan cinta (katanya sih .. gak tahu benar apa gak. Silahkan dinilai sendiri!). selain itu, parasnya yang rupawan membuatnya diburu wanita, bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri, Venus atau nama lainnya Aprhodite  (jijay banget deh). Astaghfirullah ..

Mawar dalam kebudayaan Barat  adalah bunga lambang cinta dan kecantikan. Bunga mawar dianggap suci untuk beberapa dewa dalam mitologi Yunani seperti Isis dan Aprodite (alamat syirik lagi kan).


Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian. Bahkan sebagai pernyataan cinta. Efek psikologis yang terjadi saat menikmati cokelat adalah meningkatkan gairah seksual bagi penikmatnya dalam dosis yang cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan titik leleh lemak kokoa ini terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh manusia. Sebagai ilustrasi, bila anda memakan sepotong cokelat, lemak dari cokelat tersebut akan lumer di dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut yang khas dimulut, riset terakhir dari BBC mengindikasikan bahwa lelehnya cokelat di dalam mulut meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat daripada aktivitas yang dihasilkan dari ciuman mulut ke mulut, dan juga akan terasa empat kali lebih lama bahkan setelah aktivitas ini berhenti (nah loh!!).

Hukum Merayakan Valentine’s Day Menurut Islam

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya." (QS. Al-Isro: 36)
Dalam ayat tersebut Allah menghimbau kepada kita semua agar jangan mengikuti apa yang tidak kamu ketahui dan tidak penting bagimu. Jika kita memiliki pengetahuan, maka manusia boleh menetapkan suatu hukum berdasarkan pengetahuannya itu. (Tafsir Imam Qurthubi). Haram berkata atau berbuat tanpa didasari oleh ilmu, karena dapat menyebabkan kerusakan. Dan Allah Ta'ala akan menanyakan seluruh anggota badan dan meminta persaksiannya pada hari Kiamat. (Tafsir Al Aisar)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi) .     
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa hadits di atas menetapkan haramnya meniru mereka (golongan kaum musyrik dan kafir). Barang siapa yang meniru perbuatan golongan lain (selain Islam) yang menjadi ciri golongan tersebut, maka perbuatan semacam itu dilarang/Haram. (Mukhtarat min Kitab Iqtidha’ Ash-Sirathal Mustaqim Mukhalafatu Ash-habil Jahim; Ibnu Taimiyah).
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.
            Karena itu sama saja memberikan ucapan selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah Swt. Dan ini adalah dosa yang lebih besar dan lebih dimurkai Allah Swt. dari pada memberikan selamat atas perbuatan minum khamr atau membunuh. Iiihh syereeem kan!!
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan, ” Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh ”, karena alasan berikut :
Pertama : Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua : Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-.
Sikap Remaja Muslim Terhadap Perayaan Valentine’s Day
            Nah, kita sudah jelas-jelas tahu bahwa perayaan valentine’s day bukan berasal dari Islam dan Allah dan RasulNya jelas-jelas melarangnya (sebagaimana tertulis di atas). Apa lagi ada konspirasi tersembunyi dari indahnya bungkusan pink perayaan valentine’s day. Jelas saja, secara tidak langsung valentine’s day telah mengobrak-abrik aqidah para remaja muslim yang sengaja ataupun tidak mengikuti perayaannya. Yang mana pada dasarnya Islam telah melarang adanya perayaan valentine’s day. Selain itu moral remaja juga dijatuhkan ke dalam jurang kemaksiatan. Freesex membumbung ketika perayaan tersebut muncul.
Maka, apa yang harus kita lakukan?? Pertama, menolak dengan tegas agenda-agenda terkait valentine’s day. Kedua, mengkaji islam secara intensif agar kita bisa memahami hukum-hukum Allah yang harus kita tegakkan, sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diridhoiNya. Ketiga, menyampaikan apa yang telah kita pelajari dan pahami. Kita harus mengingatkan teman-teman kita untuk tidak mengikuti rayuan-rayuan budaya kafir (dalam hal ini valentine’s day) yang ingin menghancurkan aqidah para generasi. Siap kan?? Siap donk!! Terakhir, kita harus mengusahakan agar negara kita memiliki aturan yang tegas untuk melarang segala jenis perayaan yang mengancam rusaknya aqidah. Yaitu dengan melakukan koreksi dan memberikan masukan kepada pemerintah. Karena hanya negara yang dapat menjamin dan melindungi kita secara sempurnya. Yaitu negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para Khulafaur rasyidin. Inya Allah apa yang kita usahakan akan diapresiasi oleh Allah Swt. Say No to Valentine’s Day !!!!!!!!!!
Kamis, 2 Februari 2012

Selasa, 10 Januari 2012

Sobat Kenali Dirimu ! !


Sobat Kenali Dirimu !!


Know Who am I??

            Sobat muslim yang saya cintai lillah (so sweet! J), kenapa penulis milih judulnya “Sobat kenali Dirimu” padahal kan sudah pasti tiap individu mengetahui siapa dan seperti apa dia. Eiits sebentar, jadi pengen tanya nih. Apa bener sobat muda semua tahu siapa sejatinya dirinya itu?? Bukannya bermaksud meragukan sobat muslim semua, tapi coba difikirkan sekali lagi siapakah sejatinya kita ini? (makin pusing aja. He...he...).
            Nggak usah pusing-pusing, penulis bikin pertanyaan itu karna ada alasannya. Mau tau?? (maw..maw..maw) hehe. Let’s dikroscek! (kayak nama infotainment). Untuk membuktikan apa benar sobat muslim udah mengenal dirinya, ada beberapa pertanyaan yang musti dijawab sama sobat muslim sekalian. Pertanyaan awal “Dari mana kamu berasal?”. Kedua “Siapa sih kamu?”. Ketiga “Apa/Siapa yang paling kamu cintai?”. Dan akhiru atawa yang terakhir “Kenapa kamu milih Islam?”
            Dari pertanyaan-pertanyaan di atas silahkan sobat muslim semua menjawabnya. Saya tunggu jawaban dari anda semua. Enggak ding just kidding aja hehe. Coba kita jawab pertanyaan awal atau yang pertama. “Dari mana kita berasal?”. Pasti masing-masing sobat muslim memiliki jawaban yang berbeda-beda, lawong orangnya aja udah beda-beda dalem or luarnya (sifat dan fisik maksudnya). Yah kalo dapat ditebak-tebak (kuis undian kalee) ada berbagai jawaban yang dapat diambil. Ada yang jawab bahwa dia berasal dari Surabaya (yang dari kota lain silahkan). Ada juga yang jawab kalo dia itu berasal dari bertemunya sperma dan ovum. Atawa ada juga yang milih jawab dia berasal dari ayah dan ibu. Or apa malah ada yang jawab kalo dirinya dari saripati tanah?
            Kira-kira jawaban sobat muslim semua sama nggak dengan jawaban yang penulis tebak? Tapi pernahkah kita berpikir kalo ada yang lebih hebat dari semuanya itu? yang dapat memunculkan kita ke dunia. Yang memiliki kuasa atas benda-benda di atas (jawaban) sehingga kita dapat hidup di dunia. Yah Dialah Dzat agung yang Esa, Allah SWT. Itulah satu-satunya jawaban yang benar. Mungkin hanya beberapa dari sobat muslim yang memikirkan jawaban tersebut, betul nggak?, bahwa segalanya itu berasal dari Allah Sang Kholiq yang memiliki kehendak untuk menciptakan siapa pun untuk menempati ruang di semesta alam ini. betul apa betul?
            Setelah jawaban atas pertanyaan pertama berhasil diungkap (detektif mode on), sekarang bagaimana dengan jawaban atas pertanyaan kedua. Yuk kita simak bersama! Yuk marii. Hehe ....
            Jawaban atas pertanyaan “Siapa sih kamu?” juga pasti bermacam-macam. Coba kita tebak lagi (dukun apa yak??). Kalo ada pertanyaan seperti itu, pasti kebanyakan dari sobat muda menjawab nama diri, makhluk hidup, manusia, anak, remaja, atau pelajar. Iya nggak? Padahal kalo dilihat lebih jauh, statement tersebut bisa berubah. Kalo yang sekarang jawab anak atau remaja, ntar pas uda usia 30 pasti beda lagi jawabannya. Iyalah umur segitu mah udah bukan anak lagi. Begitu pula yang jawab pelajar, pasti nanti pas udah kerja jawabannya ganti lagi. Plin-plan dong? Sebenarnya enggak juga sih. Coba kalo sobat muslim semua jawabnya “saya itu MUSLIM.” Pasti jawaban tersebut bakal jadi gelar langgengbuat kita ampe kapanpun. Betul nggak? Kecuali bagi dia yang tidak memiliki keimanan sehingga nantinya rela menggadaikan gelarnya demi berganti kepercayaan yang lain. Naudzubillah. Jangan sampe yah sobat muslim!! Jangan sampe kita jadi salah satu yang dimaksud dalam firman Allah dalam surat Al- A’raaf: 179, “Dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi) neraka Jahannam banyak dari jin dan manusia. Mereka mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)...” Tuh sobat muslim, nggak ada yang mau kan jadi salah satu penghuni neraka Jahannam? Naudzubillahi min dzalik.
            Itulah jawaban pertanyaan kedua. Sekarang bagaimana dengan pertanyaan ketiga “Apa/ Siapa yang paling sobat muslim cintai?” apakah ibu, ayah, kakak, adik atau pacar? Ataukah malah materi? Atau masih ada yang memiliki jawaban berbeda dari semua itu? Siapa yang sobat muslim cintai? “Allah”. Subhanallah jawaban yang brilian sekali, kalo ibarat nilai neh sratus dah buat sobat muslim yang udah jawab “Allah”. Karena memang benar satu-satunya yang wajib kita cintai adalah Allah, tiada yang lain. Apalagi kalo ada yang duain Allah sama pacar or materinya (harta benda). Astaghfirullah. Untuk yang menjawab pacar or materi, sebaiknya anda segera berubah ke jalan yang lurus (emang sebelumnya bengkok yah. Hehe..)^^. Coba kita baca untaian kata dari Allah swt. Berikut ini “Katakanlah, “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (TQS. At-Taubah [9]: 24. Firman Allah tersebut membuktikan bahwa yang berhak dicintai adalah Allah dan Rasulnya semata, bukan yang lain. Setuju? Setuju donk pastinya (agak maksa) hehe J.
            Jawaban yang super udah sobat muslim berikan untuk pertanyaan ketiga. Sekarang menginjak (bukan arti sebenarnya loh yah) pertanyaan berikutnya. Yap pertanyaan penutup atau terakhir untuk mengenali siapa sejatinya diri kita. Nggak usah berlama-lama lagi yuk langsung ajah. Let’s bekicot (ups! Check this out maksudnya). Ayo kita jawab “Kenapa sobat muslim semua milih Islam?” Untuk pertanyaan ini, kita kudu dapet alasan yang tepat untuk jawabnya. Biar kesannya nggak ngawur. Ada beberapa opsi atau alternatif jawaban yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kenapa kamu milih Islam?, “yah milih aja kebetulan dari beberapa agama yang ada di negri ini cuma Islam yang sreg di hati.” “Ada pula yang jawab yah jelas lah pilih Islam, wong keluarga semuanya Islam”. atau “ikut-ikut aja, kebetulan di tempat saya mayoritas warganya memeluk Islam.” Atau yang ini “Yah karena sudah jelas Islam adalah satu-satunya agama yang benar.” Atawa malah ini “Ndak tau!”
            Nah dari beberapa alternatif jawaban di atas, apakah jawaban sobat muslim semua termasuk salah satu di antaranya? Yang mana hayo? Atau kalo masih bingung nyari jawaban monggo dipilih jawaban yang sesuai hati nurani sobat muslim semua (tapi bukan nyontreng pemilu loh yah!). Bagaimana sobat muslim?? Apakah ada di antara sobat muslim semua yang terpikir untuk menjawab “karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar”? alhamdulillah. Berarti anda satu pemikiran dengan saya. hi .. hi .. Eits, tunggu dulu. Tapi, apa sobat muslim tahu alasannya? Kok bisa pilih jawaban seperti itu. Kalo bingung, ini ada sedikit info yang bisa penulis bagikan kepada sobat muslim sekalian. Yah sobat muslim benar apabila mengatakan Islam adalah satu-satunya agama yang haq (benar). Buktinya dapat kita lihat dalam untaian firman Allah. Allah mengatakan dalam firman-Nya “Bahwa sesungguhnya agama yang diridhloi oleh Allah agama Islam.” (TQS. Ali Imron: 19). Berdasarkan hal itu, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa QS. Ali Imron: 19 di atas adalah ikhbar dari Allah SWT. bahwa tidak ada agama di sisi Allah yang diridhai-Nya kecuali hanya Islam. Dalam surat yang lain Allah berfirman, “barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (TQS. Ali Imron: 85).
          Nah giman sobat muslim? Sudah kenal kah anda sekarang dengan diri sobat muslim semua? semoga kita termasuk dalam umat yang selalu mendapat naungan-Nya di dunia dan akhirat. Amiin. Wallahu a’lam.[]